Selasa, 28 Mei 2019

Tentang Jatuh dan terimakasih

Allah menanamkan perasaan pada diri kita dengan begitu indahnya.
Membuat kita merajut angan dan harap, juga asa.
Senyuman pun tak ubahnya seakan yang paling berbahagia.
Pun air mata, tetesnya terkadang beriringan dengan hujan.
Sama derasnya.

Bagaimana dengan hatimu?
Bagaimana dengan harimu?
Bagaimana dengan duniamu?
Bagaimana dengan romansamu?

Aku....

Pernah suatu ketika, aku jatuh cinta untuk kali pertama.
Kapan tepatnya? Entah.
Mungkin rasa itu datang menyapa seiring kami bersama.
Tahun 2012 kala itu.
Dia hangat, sopan sikapnya, santun tutur katanya, membuatku selalu tertawa dengan renyahnya.
Aku suka dengan candanya, dengan tatapnya, dengan caranya menjagaku, dengan caranya mendapatkan hatiku.
Aku, seorang gadis yang telah jatuh cinta, dengannya Si Pembuat tawa.
Dan layaknya kisah cinta pertama kebanyakan orang, "Cinta Pertama tidak pernah berhasil."
Aku tahu rasanya kalimat keramat itu.

Kali kedua,
di tahun 2017 hatiku kembali ada yang menyapa.
Bulan November kala itu.
Aku ingat, terik namun hangat.
Semua terasa baru, semua terasa berbeda dengan sebelumnya.
Tentang sabar tiada batas, tentang menghargai waktu,
tentang menghalau ego dan cemburu,
tentang meredam rindu,
dan tentang belajar mengikhlaskan seseorang, lagi.

Namun begitu,
terimakasih.
Aku bersyukur.
Semoga kita berjalan dengan dewasa,
dan bahagia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tentang Jatuh dan terimakasih

Allah menanamkan perasaan pada diri kita dengan begitu indahnya. Membuat kita merajut angan dan harap, juga asa. Senyuman pun tak ubahnya ...