Sabtu, 25 Mei 2019

Mas

Akbar Sultoni Muhammad namanya. 
Mas Toni, begitu aku memanggilnya.
Kami punya panggilan akrab masing-masing, di luar nama sesuai KTP kami. 
Peng-iya segala mauku. Tanpa ku mintapun, dia meng-iya-kan. 
Dia orang yang tidak akan membiarkanku bermain sendiri. Dulu, waktu kami kecil dia sering membuatku menangis hanya agar dia bisa bermain sendiri dengan teman-temannya tanpa aku (ya, tiap kali dia pergi bermain aku selalu ingin ikut). Lalu pergilah dia bermain tanpa aku yg sudah menangis dibuatnya. Tapi itu tidak bertahan lama, karena beberapa saat kemudian dia akan kembali ke rumah lalu mengajakku bermain dengannya. Manis sekali. 
Pun sampai sekarang, dia tetap begitu. 
Entah aku menangis karena apa, dia akan mengajakku pergi. Membeli jajan di alun-alun atau berkeliling kota menawarkan jajanan ini itu. Ya, dia paling tidak bisa melihatku menangis.
Dia selalu mengantarkanku ke tempat-tempat yang ingin ku datangi, mengambil fotoku memenuhi memori handphone nya. 
Dia orang yang tidak bisa melihatku diam, ada saja usilnya. 
Dia orang yang akan membelai kepalaku saat aku tertidur atau saat aku tidak bisa tidur atau saat dia membangunkanku dari tidur. 
Dia orang yang sangat menyayangiku, membuatku bahagia dan bangga karena aku adalah adiknya. 
Dan aku sangat menyayanginya.
Saat dia mempunyai kekasih lalu menikah, disitulah cemburuku ada. Orang yang selalu ada, akan berbagi waktu dengan orang lain selain aku. 
Selanjutnya aku tahu, dia perlu menyayangi orang lain selain aku. 
Dia bahagia dengan hidup barunya, dengan keluarga kecilnya. Itu cukup, karena aku tahu dia bahagia :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tentang Jatuh dan terimakasih

Allah menanamkan perasaan pada diri kita dengan begitu indahnya. Membuat kita merajut angan dan harap, juga asa. Senyuman pun tak ubahnya ...