Selasa, 25 September 2018

Bahagiamu Bahagiaku

Aku percaya walau aku tidak mengingatnya,
lembut alunan adzanmu di telingaku saat aku baru menghirup udara bumi ini.
betapa Allah menyayangiku, membiarkanku terlahir sebagai putimu.

Aku kira,
Bapak adalah orang yang tidak pernah sakit, tidak pernah lelah, tidak pernah jatuh, tidak pernah sedih, tidak memiliki luka.
Dalam ingatku, bapak hanya selalu dan terus tersenyum dan menuntunku meuju bahagiaku.
Dalam ingatku, bapak tidak pernah jatuh dan selalu kuat.
Dalam ingatku, bapak selalu menghapus air mataku.

Kini aku mengerti,
Bapak selalu kuat, karena ada tangan kecilku yang selalu dia genggam.

Kini,
Biar tangan kecil ini yang menggenggam tangan kuat itu.
Biar tangan kecil ini yang menuntunmu menuju bahagiamu.

Kini,
Biarkan aku menjadi kuat untukmu.
Aku akan menjagamu.

Tolong, tetaplah kuat dan sehat.
Tetaplah bahagia, tetaplah menemaniku.
Tetaplah menjadi rumahku yang hangat.

Aku mencintaimu, selalu :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tentang Jatuh dan terimakasih

Allah menanamkan perasaan pada diri kita dengan begitu indahnya. Membuat kita merajut angan dan harap, juga asa. Senyuman pun tak ubahnya ...